Senin, 02 Januari 2012

Kepalsuan Cerita Roro Jonggrang


Siapa orang Indonesia yang tidak mengetahui candi Prambanan? Ya, hampir setiap orang yang menghuni Indonesia ini pasti mengetahui candi ini. Tentu saja candi Prambanan begitu terkenal karena candi ini merupakan salah satu candi Hindhu yang termegah dari berbagai candi yang ada di Indonesia. Selain kemegahannya itu candi ini memiliki beberapa daya tarik lain sehingga membuat candi ini begitu terkenal, antara lain adalah cerita Ramayana yang sering dipentaskan di sana dan tentu juga cerita Roro Jonggrang yang sering kita dengar saat kanak – kanak dahulu.

Cerita Roro Jonggrang ini sungguh terkenal. Cerita ini mengisahkan tentang putri dari Ratu Boko yang bernama Roro Jonggrang yang ditaksir oleh seseorang bernama Bandung Bandawasa. Tetapi perasaan Roro Jonggrang tidak sama dengan Bandung Bandawasa, dia tidak mencintai Bandung Bandawasa. Untuk mengakali Bandung Bandawasa, Roro Jonggrang meminta 1000 candi dalam semalam baru setelah itu dia boleh menikahi Roro Jonggrang. Namun, usaha Bandung Bandawasa untuk membuat candi itu digagalkan oleh Roro Jonggrang saat candi hanya kurang satu. Kemudian sebagai pengganti candi yang kurang satu itu, Bandung Bandawasa mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi. Dan sekarang patung wanita yang berada di dalam candi Siwa yang merupakan bagian candi Prambanan itu dikenal sebagai Roro Jonggrang.

Ternyata cerita Roro Jonggrang yang menarik kita ikuti saat kanak – kanak dulu membuat kontroversi bagi rakyat Indonesia. Banyak orang mempertanyakan kebenaran dari cerita Roro Jonggrang. Banyak orang mempercayainya karena menurut mereka pada jaman dahulu memang orang ada yang memiliki kekuatan mistis seperti Bandung Bandawasa. Ditambah lagi mereka percaya bahwa orang jaman dahulu tidak mungkin bisa mengangkat batu – batu yang digunakan untuk candi itu dan juga membangun candi semegah itu. Dan ada juga orang yang tidak percaya karena menganggap hal seperti itu tidak rasional. Cerita itu juga membuat rumor – rumor yang aneh, seperti rumor bahwa kutukan Bandung Bandawasa itu masih ada dan membuat banyak wanita yang tinggal di daerah Prambanan menjadi perawan tua, dan juga rumor bahwa setiap berpacaran di Prambanan pasti nantinya akan putus. Lalu apakah peristiwa Roro Jonggrang itu benar – benar ada pada jaman dahulu?

Jika kita teliti lebih lanjut cerita Roro Jonggrang ini tidak benar adanya, hal itu pertama dapat dilihat melalui prasasti Siwagrha yang diperkirakan dibuat pada tahun 856 dengan bahasa Sansekerta dan tulisan Jawa Kuno. Dalam terjemahan itu diceritakan pembangunan sebuah candi yang diduga candi Prambanan. Disana disebutkan bahwa candi ini sebenarnya mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan dalam prasasti itu tidak diceritakan sama sekali kisah tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bandawasa. Terjemahan prasasti ini juga tidak menyebutkan bahwa candi ini dibangun oleh makhluk halus. Bahkan dalam prasasti ini yang menyebutkan bahwa candi ini dibuat juga oleh para pengukur tanah. Tentu sangat tidak mungkin makhluk halus bekerjasama dengan pengukur tanah untuk membangun candi ini.

Jika dengan bukti dari prasasti saja mungkin belum cukup. Karena kebenaran dari terjemahan itu belum pasti benar bukan? Sekarang bagaimana jika kita teliti kebenaran patung wanita yang berada di candi Siwa Prambanan. Benarkah patung itu patung Roro Jonggrang?

Ternyata setelah dibandingkan dengan patung wanita yang berada di Singasari patung ini memiliki banyak sekali kesamaan. Apalagi patung itu terlihat berdiri di atas kerbau sambil menggenggam suatu makhluk, gambaran patung itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan cerita Roro Jonggrang. Tentu saja, karena patung itu ternyata bukan Roro Jonggrang. Patung itu adalah patung Dewi Durga, salah satu dewa yang disembah oleh umat Hindhu pada saat itu.


Dewi Durga adalah dewa yang konon adalah istri dari dewa Siwa. Dewi Durga dianggap oleh umat Hindhu saat itu sebagai dewa kemenangan. Menurut mereka Dewi Durga adalah jelmaan dewa yang diserahi senjata dari dewa – dewa lain untuk mengalahkan para asura(raksasa) yang dapat menjelma menjadi apapun dan menyerang khayangan. Hal itu tampak dari patung wanita yang berada di Prambanan dan Singosari yang memegang banyak senjata yang mirip dengan senjata dewa – dewa lain dan sedang berdiri di atas asura yang menyamar menjadi kerbau dan juga memegang roh asura yang sedang keluar dari kerbau itu.

Hal ini tentu semakin membuktikan bahwa cerita Roro Jonggrang itu tidak benar – benar ada. Rumor – rumor yang ada saat ini mungkin juga sebenarnya tidak ada. Rumor – rumor itu mungkin hanya dibuat – buat oleh manusia. Dan ternyata rumor kutukan itu tidak benar. Banyak juga orang telah berpacaran di Prambanan namun hubungannya tetap baik bahkan ada juga yang sudah menikah dan mempunyai anak sampai sekarang.

Jadi kesimpulannya cerita Roro Jonggrang itu sebenarnya tidak ada. Hendaknya cerita Roro Jonggrang ini dipercaya sebatas dongeng saja. Tidak perlu percaya sampai keterlaluan dan mempercayai rumor yang ada. Itu hanya membuat pikiran penuh saja dan membuat ketidaknyaman dalam bertindak

0 komentar:

Posting Komentar