My Inspiration

Mereka adalah orang-orang yang menjadi inspirasi dalam hidupku.

My Queen

Bersamamu hidup ini terasa lebih berarti.

Bersama Mr. Athok

Teman berpetualang dan belajar.

SHM Young Guns

Kenanganmu takkan lekang oleh waktu - The Big Family Of SHM.

Bersama temen-temen seperjuangan

Pada alam kita belajar untuk mencintai.

Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Situs Trowulan: Kebesaran Majapahit yang Tersisa

DI Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, banyak bukti yang bisa disaksikan tentang kebesaran peradaban Majapahit. Peradaban tersebut berkembang lebih dari 200 tahun, mulai berdiri tahun 1293 dan diperkirakan runtuh tahun 1521 Masehi.

Gapura Bajangratu, peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pintu gerbang berbentuk paduraksa dengan tinggi 16,5 meter, dengan seni pahat pada bata ini, diduga merupakan gerbang masuk menuju pusat pemerintahan Majapahit. 
 
Situs Trowulan sangat penting dari sisi sejarah dan bisa mengungkap kebesaran bangsa ini pada masa silam. Yang menggelikan, Trowulan juga punya arti khusus bagi yang percaya mistis.

”Karena itulah, banyak tokoh politik yang datang ke kawasan Trowulan untuk ’mencari ilham’,” kata Supardi (66), juru kunci di Wringin Lawang, salah satu dari ribuan artefak di Trowulan, seraya menyebut sejumlah nama.

Karena itu, tidak aneh ketika muncul pertanyaan, apakah pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM) dalam kawasan Majapahit Park bermuatan politis? Mengapa proyek PIM terkesan terburu-buru sehingga mengabaikan perizinan dan prosedur arkeologis?

Apa pun alasannya, ”Pemerintah tak bisa seenaknya merusak situs yang sangat bersejarah dan unik di mata dunia itu. Tindakan sekecil apa pun harus berlandaskan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, a tetapi di atas semua itu harus dilandasi etika moral dan hati nurani,” ujar arkeolog dari Universitas Indonesia, Prof Dr Mundardjito yang didampingi Arya Abieta, Osriful Oesman, Daud Aris Tanudirjo, dan Anam Anis dari Tim Evaluasi Pembangunan PIM.

Pentingnya Trowulan

Hasil rapat 8 Januari 2009 dengan puluhan pemangku kepentingan di Direktorat Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, disepakati Situs Trowulan yang rusak akibat proyek PIM harus direhabilitasi dan diteliti kembali dengan melibatkan para ahli. Selain itu, proyek tersebut harus dicarikan alternatif lokasi yang baru (relokasi) ke tempat yang tidak merusak situs.

Trowulan, sekitar 60 kilometer barat daya Kota Surabaya, diduga merupakan ibu kota kerajaan saat Majapahit mencapai puncak kejayaan. Pada areal 11 kilometer x 9 kilometer, sebagaimana yang pernah diteliti Nurhadi Rangkuti, telah ditemukan sedikitnya 32 kanal, satu kolam seluas lebih kurang 6,5 hektar, serta dua pintu gerbang; Gapura Bajangratu dan Gapura Wringin Lawang. Selain itu, ditemukan permukiman dan pendapa kuno, candi Hindu dan Buddha, seperti Candi Brahu, Candi Tikus, dan Candi Gentong.

Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Hari Untoro Dradjat mengatakan, Situs Trowulan merupakan satu-satunya peninggalan purbakala berbentuk kota dari era kerajaan-kerajaan kuno di masa klasik Nusantara, dari abad V sampai XV Masehi.

”Sebagai bekas kota, di Situs Trowulan dapat dijumpai ratusan ribu peninggalan arkeologis baik berupa artefak, ekofak, serta fitur,” katanya.

Situs bekas kota Kerajaan Majapahit ini dibangun di sebuah dataran yang merupakan ujung penghabisan dari tiga jajaran gunung, yaitu Gunung Penanggungan, Welirang, dan Anjasamara.

Mundardjito mengatakan, dari kerajaan lain yang tersisa hanya candi-candi atau prasasti.

Jika Yunani memiliki Acropolis di Athena, Italia menyimpan reruntuhan Pompeii, Kamboja bangga dengan Angkor Wat, dan Peru masih setia merawat Machu Picchu, Indonesia hanya memiliki Trowulan yang hingga saat ini pun belum tergali sempurna.

Menurut data, penelitian terhadap Situs Trowulan pertama kali dilakukan oleh Wardenaar pada tahun 1815. Ia mendapat tugas dari Raffles untuk mengadakan pencatatan arkeologis di daerah Mojokerto. Hasil kerja Wardenaar tersebut dicantumkan oleh Raffles dalam bukunya, History of Jawa (1817), yang menyebutkan berbagai obyek arkeologis yang berada di Trowulan sebagai peninggalan dari Kerajaan Majapahit.

Penelitian berikutnya dilakukan oleh WR van Hovell (1849), JVG Brumund, dan Jonathan Rigg. Kemudian RDM Verbeek (1889), RAA Kromodjojo Adinegoro seorang Bupati Mojokerto (1849-1916), J Knebel (1907), dan kemudian Henry Maclaine Pont (1921-1924).

Hasil penggalian di Situs Trowulan menunjukkan bahwa sebagai tempat terakumulasinya aneka jenis benda yang biasa disebut kota ini tidak hanya berupa situs tempat tinggal saja, tetapi juga terdapat situs-situs lain, seperti situs upacara, situs agama, situs bangunan suci, situs industri, situs perjagalan, situs makam, situs sawah, situs pasar, situs kanal, dan situs waduk. Situs-situs ini membagi suatu kota dalam wilayah-wilayah yang lebih kecil dengan tembok keliling blok-blok segi empat dan diikat oleh jaringan jalan.

”Pada tahun 1981 keberadaan kanal-kanal dan waduk-waduk di Situs Trowulan semakin pasti diketahui melalui studi foto udara yang ditunjang oleh pengamatan di lapangan dengan pendugaan geoelektrik dan geomagnetik. Hasil penelitian kerjasama Bakosurtanal dengan Ditlinbinjarah, UGM, ITB, dan Lapan itu diketahui bahwa Situs Trowulan berada di ujung kipas aluvial vulkanik yang sangat luas, memiliki permukaan tanah yang landai dan baik sekali bagi tata guna tanah,” kata peneliti Nurhadi Rangkuti.

Hal yang menarik, sebagian besar situs-situs di Trowulan dikelilingi oleh kanal-kanal yang saling berpotongan, membentuk sebuah denah segi empat yang luas, dibagi lagi oleh beberapa bidang segi empat yang lebih kecil lagi.

Tindakan destruktif

Penelitian dan penggalian arkeologis sampai sekarang masih berlangsung, tetapi kalah cepat dengan penggalian yang dilakukan masyarakat. Lihatlah, di sekitar situs, ribuan warga melakukan tindakan destruktif berupa pembuatan batu bata atas nama desakan kebutuhan hidup.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Budaya Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Junus Satrio Atmodjo mengatakan, situs Majapahit di Trowulan mengalami kerusakan sejak tahun 1990. Sedikitnya 5.000 keluarga menggantungkan hidupnya pada industri batu bata yang bahan bakunya berasal dari galian tanah di sekitar situs Majapahit.

”Tindakan destruktif sebagian masyarakat berlangsung terus- menerus dan semakin meluas. Kondisi ini semakin menyulitkan upaya menyelamatkan situs,” katanya.

Menurut Mundardjito, agar pembangunan kawasan Trowulan tidak menimbulkan dampak negatif, perlu segera ditetapkan secara hukum batas-batas kawasan dan batas-batas zona di dalam kawasan itu secara geografis, administratif, dan kultural sehingga jelas mana wilayah perlindungan dan mana wilayah pengembangan.

Manajer Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Agus Aris Munandar, juga mengatakan hal senada.

Belum ditangani khusus

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mengakui sisa-sisa kejayaan Majapahit selama ini belum ditangani secara khusus. Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menyebutkan, tak kurang dari 6,2 hektar lahan di Situs Trowulan rusak setiap tahunnya.

Arkeolog Mundardjito ketika memaparkan hasil seminar ”Integratif Kajian dan Perlindungan Situs Kerajaan Majapahit” di Jakarta, Mojokerto, dan Depok tahun 2008, menegaskan, pembangunan kawasan Trowulan seharusnya dilandasi dengan konsep pembangunan berwawasan pelestarian dan pelestarian berwawasan pembangunan. Ini berarti bahwa di kawasan ini tidak mungkin melaksanakan pembangunan tanpa mempertimbangkan aspek pelestarian peninggalan Majapahit.

”Pembangunan kawasan ini harus dilandasi konsep pengelolaan secara bersama, untuk kepentingan bersama, dan berdasarkan kesepakatan dari semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Rencana induk yang integratif semacam itu hingga sekarang belum dibuat. Padahal, sudah saatnya kawasan Trowulan dikelola secara integratif dan partisipatif. Artinya, masyarakat juga dilibatkan agar bertanggung jawab memelihara Trowulan. Sebab, inilah peninggalan kebesaran Kerajaan Majapahit yang masih tersisa hingga sekarang....

Sumber: Kompas, Selasa, 13 Januari 2009

Boleh Copy paste, tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.

Kamis, 19 Januari 2012

Yang Mati Yang Bercerita

Bagi orang Tana Toraja, seperti larik puisi Subagio Sastrowardoyo, kematian makin akrab karena ada tradisi yang hidup turun-temurun. 

Di Desa Bulu Langkan, Kabupaten Tana Toraja – pada 2009 mekar menjadi Kabupaten Toraja Utara– penduduk bicara tentang kematian, seakan-akan begitu akrab. Di sana tak ada pemisahan, orang mati diperlakukan sebagai moyang yang harus dijaga terus-menerus dan kelak akan bercerita tentang silsilah keluarganya.

Tempat itu begitu sejuk. Dingin dengan pohon-pohon kecil. Entah di mana pohon-pohon besar yang seharusnya menghuni pegunungan; semua menjadi hamparan sawah. Tak ada yang tahu kapan itu bermula. Namun penduduk setempat meyakini, dengan menggarap perbukitan yang curam dan menanaminya padi cukup menjadi bukti keuletan masyarakat Toraja.

Ketika mengunjungi daerah itu saya menyaksikan sebuah ritual sakral. Namanya ma'nene. Semua jenazah yang berumur puluhan hingga ratusan tahun dikeluarkan dari sebuah liang batu dan patane (kuburan modern yang terbuat dari dinding beton) untuk dijemur. Seluruh keluarga yang hadir ikut bersorak melihat keadaan jenazah, dari sanak famili, ayah, nenek, kakek, dan moyang. Satu per satu dijemur.

Orang-orang yang hidup menghampiri setiap jenazah. Mereka membelainya dengan lembut, merapikan pakaiannya yang terbungkus tebal dari bahan kasur kapok. Orang Toraja memanggil ibunya dengan kata indo, sementara ayah adalah ambe. Seorang perempuan muda duduk meraung di samping peti jenazah: “Indo kilalai kan dikka, oh indo.” Ibu ingatlah kami. Setelah itu dia pindah, “Ambe, oh ambe... matetonganmi dikka. Jagaikan ambe...” Bapak, tolong jaga kami.

Kamis, 12 Januari 2012

Jaringan Yahudi di Indonesia Sudah Ada Sejak Zaman VOC

global_Freemasonry
Prologue
logo-VOC
Konon, warga Yahudi sudah banyak berdiam di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda, khususnya di Jakarta, tapi tidak ada tanggal yang pasti kaum Yahudi menetap di Indonesia. Sebuah situs Komunitas Yahudi dunia mencatat bahwa pada tahun 1850 seorang utusan dari Jerusalem, Jacob Saphir, yang mengunjungi Batavia (Jakarta), bertemu dengan seorang pedagang Yahudi dari Amsterdam yang menyebutkan bahwa ada 20 keluarga Yahudi dari Belanda atau Jerman tinggal di sana, termasuk anggota pasukan kolonial Belanda.
lambang-freemasonryBeberapa orang Yahudi juga tinggal di Semarang dan Surabaya. Mereka punya beberapa hubungan dengan agama Judaisme (ajaran Yahudi). Atas permintaan Saphir, Komunitas Amsterdam mengirim rabbi yang mencoba mengorganisasikan jemaah di Batavia dan Semarang. Sejumlah Yahudi dari Baghdad atau asli orang Baghdad, dan dari Aden juga bermukim di Jawa. Pada tahun 1921, utusan Zionis dari Israel yang bernama Cohen memperkirakan bahwa hampir ada 2,000 orang Yahudi yang tinggal di Jawa.
Sebagai catatan, Vereenigde Oostindische Compagnie (Serikat Dagang India Timur) atau VOC atau Kompeni berdiri pada tahun 1602 dan memegang hak monopoli dari Kerajaan Belanda untuk menguasai jalur perdagangan di Asia. VOC adalah Multi-National Company (MNC) pertama di dunia dan juga perusahaan Multi-nasional pertama yang menerbitkan saham. Selama hampir 200 tahun berkuasa, VOC akhirnya bangkrut dan dibubarkan pada tahun 1800 karena terlilit hutang dan kerusuhan. Akhirnya asset dan hutang-hutangnya diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda.
loji-sbyKembali kepada kisah kaum Yahudi. Yahudi Belanda di Surabaya ada yang memegang jabatan penting di pemerintahan, dan banyak juga yang jadi pedagang. Kaum Yahudi yang berasal dari Baghdad membentuk elemen yang paling orthodox (kolot). Di sana juga terdapat kaum Yahudi asal Eropa Tengah dan Sovyet Russia, yang jumlahnya meningkat di tahun 1930an. Di tahun 1939 ada sekitar 2,000 pemukim Yahudi Belanda dan sejumlah Yahudi stateless (tanpa status kewarganegaraan) yang menjalani hukuman ketika Jepang menduduki Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, unsur-unsur Yahudi Belanda mulai mengalami kemerosotan dan populasinya pun berkurang karena alasan-alasan politik dan ekonomi.

Freemasonry, Talmud dan Sejarahnya di Indonesia


bundaran-HI-mata-horus
Bundaran HI

Sejarah Freemasonry
Freemasonry adalah organisasi Yahudi Internasional, sekaligus merupakan gerakan rahasia paling besar dan palling berpengaruh di seluruh dunia. Freemasonry terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun.
Tujuan akhir dari gerakan Freemason ini adalah membangun kembali cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon Temple.
Tentang Haikal Sulaiman atau Solomon Temple ini sendiri banyak sumber yang mendefinisikan berlainan. Salah satu tafsir yang paling populer adalah, bahwa Haikal Sulaiman berada di tanah yang kini di atasnya berdiri Masjidil Aqsha.
Mereka meyakini, tahun 1012 Sebelum Masehi (SM), Nabi Sulaiman membangun Haikal di atas Gunung Soraya di wilayah Palestina. Tapi pada tahun 586 SM, Raja Nebukhadnezar dari Babilonia menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Tahun 533 SM, bangunan ini didirikan kembali oleh seorang bernama Zulbabil yang telah bebas dari tawanan Babilonia. Atas kebebasannya itulah, ia membangun kembali Haikal Sulaiman.
Pada tahun ke 70 M, seorang penguasa Romawi menaklukkan Palestina dan membakar serta menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Kerusakan terus-menerus dialami setelah penyerbuan Bangsa Hadriyan. Begitu pula saat kekuasaan Muslim, konon Haikal Sulaiman di hancurkan dan sebagai gantinya didirikan Masjidil Aqsha pada abad ke-7.
Tapi tafsir lain tentang hal ini juga mengartikan Haikal Sulaiman juga sebagai wilayah kekuasan yang luas membentang. Bahkan ada yang menariknya hingga sampai wilayah Khaibar, saat kaum Yahudi diusir di zaman Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Karena itu, mereka meyakini harus menguasai seluruh dunia, bahkan hingga tanah Khaibar, tempat mereka terusir dahulu karena penghianatanya pada Rasulullah dan piagam Madinah.

Negara Terkaya di Dunia

nkri
Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di Timur Tengah.
Tidak salah sebenarnya, contohnya Amerika, negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di Timur Tengah. Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah.
Tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. Bahkan Amerika dan negara-negara Timur Tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya. Dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainnya. Warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. Tapi sayangnya mereka tidak sadar “berdiri di atas berlian” langsung saja kita lihat profil negaranya.

Rabu, 11 Januari 2012

Pulau-pulau Indonesia yang sangat kaya raya sejak masa peradaban kuno

Masa lampau Indonesia sangat kaya raya. Ini dibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno. Kali ini kami akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu akan kami sebutkan menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.



Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.

Pada masa Dinasti ke-18 Fir'aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua - daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir'aun Mesir kuno.

Sabtu, 07 Januari 2012

Sejarah Kejayaan Kerajaan Majapahit

Majapahit adl sebuah kerajaan kuno di Indonesia yg pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa kekuasaan Hayam Wuruk yg berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan lain di semenanjung Malaya Borneo Sumatra Bali dan Filipina. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yg menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaan terbentang di Sumatra Semenanjung Malaya Borneo hingga Indonesia timur meskipun wilayah kekuasaan masih diperdebatkan.

KEJAWEN ; Ajaran Luhur Yang Dicurigai & Dikambinghitamkan

KEJAWEN

“Permata” Asli Bumi Nusantara yang Selalu Dicurigai

Dan Dikambinghitamkan





Kearifan Lokal yang Selalu Dicurigai



Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya. Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini.

Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial,  pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa. Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst. 

Selasa, 03 Januari 2012

Misteri Candi Borobudur

Sumber 1

Di Indonesia juga ada bangunan raksasa yang masih banyak misteri tak terpecahkan. Yaitu Candi Borobudur.

Menurut sejarah Candi Borobudur dibangun oleh Raja Smaratungga salah satu raja kerajaan Mataram kuno dari dinasti Syailendra pada abad ke-8. Menurut legenda Candi Borobudur dibangun oleh seorang arsitek bernama Gunadharma, namun kebenaran berita tersebut secara hirtoris belum diketahui secara pasti.

Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun.


Senin, 02 Januari 2012

SANG PADMANABA WIRANAGARI

Pataka Nagari Kerajaan WILWATIKTA (Majapahit)

SANG PADMANABA WIRANAGARI
Jenis : Tombak Pataka Nagari
Nama : Sang Padmanaba Wiranagari
Material : Tembaga

SANG DWIJA NAGA NARESWARA

Pataka Nagari Kerajaan WILWATIKTA (Majapahit)

 

SANG DWIJA NAGA NARESWARA
Jenis : Tombak Pataka Nagari
Nama : Sang Dwija Naga Nareswara
Material : Tembaga

SANG HYANG BARUNA

Pataka Nagari Kerajaan WILWATIKTA (Majapahit)

 

SANG HYANG BARUNA
Jenis : Tombak Pataka Nagari
Nama : Sang Hyang Baruna
Material : Tembaga

Liontin Kalung GARUDA, Era Kerajaan KAHURIPAN Abad Ke-10


Jenis : Perhiasan Emas
Nama : Liontin Kalung GARUDA
Era : Perkiraan abad ke-10, Kerajaan Kahuripan
Asal : Jawa Timur
Material : Emas

Kalung Raja SINGHASARI, Abad Ke-12


Jenis : Perhiasan Emas
Nama : Kalung Raja
Era : Perkiraan abad ke-12, Kerajaan Singhasari
Asal : Jawa Timur
Material : Emas, Batu Mulia dan Batu Permata

SETIA HATI

SULUK KASAMPURNAN



SEBUAH PENELUSURAN, PENEMUAN, DAN PENDALAMAN PRIBADI AJARAN “SETIA HATI"

I. SUATU PERTANYAAN PRINSIP

SETIA HATI BUKAN NAMA PERGURUAN, BUKAN NAMA ORGANISASI AKAN TETAPI SUATU AJARAN/SUATU PRINSIP HIDUP/SUATU PETUNJUK MENUJU KASAMPURNAN

TAHUKAH KITA, APA MAKNA & TUJUAN SEBENARNYA DARI FALSAFAH “SETIA HATI“ ?

APAKAH KITA TELAH MENYADARINYA DAN MELAKUKANNYA ?

BAGAIMANA METODE YANG KITA PERGUNAKAN ?

INTI FALSAFAH “ SETIA HATI “

TERDIRI DARI DUA SUKU KATA : “ SETIA “ & “ HATI “

Liontin Emas Motif KALA, Abad Ke-10 Jawa Timur


Jenis : Pusaka Emas
Nama : LIONTIN KALA
Era : Abad Ke-10
Asal : Jawa Timur
Material : Emas

Liontin Emas Motif Kepala Dewa Siwa, Abad Ke-15 Era Majapahit


Jenis : Pusaka
Nama : Liontin KEPALA DEWA SIWA
Era : Majapahit, abad ke-15
Material : Emas

Topeng Kubur, Abad Ke-14 Era Majapahit


Jenis : Pusaka Kubur
Nama : TOPENG KUBUR
Era : Majapahit, Abad ke-14
Material : Emas

Keris SINGOBARONG, Mataram Islam


Jenis : Pusaka
Nama : Keris Sikep (Kebesaran)
Dapur : SINGO BARONG Kinatah Emas
Pamor : Lintang Kemukus
Era : Kerajaan MATARAM Islam
Asal Perolehan : Yogyakarta

Tombak Pataka MATARAM Islam – 1


Jenis : Pusaka
Nama : Tombak Pataka
Era : Kerajaan MATARAM Islam
Asal Perolehan : Yogyakarta
Material : Emas, Berlian, Perak, Kuningan dan Kayu